Nasional

Indonesia belum berlakukan travel warning ke China

Ada sekitar 428 WNI yang tinggal di kawasan Wuhan, China

Errıc Permana   | 24.01.2020
Indonesia belum berlakukan travel warning ke China Sejumlah warga menggunakan masker untuk mencegah infeksi virus Konora di bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia pada 23 Januari 2020. (Dedy Sutisna - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah Indonesia menyatakan belum mengeluarkan travel warning ke China menyusul adanya penyebaran virus korona di sana.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan saat ini pemerintah masih fokus dalam melakukan tindakan pencegahan berupa pemeriksaan di pintu masuk menuju Indonesia seperti bandara dan pelabuhan internasional.

"Kita jangan sampai kecolongan, sudah ada langkah-langkah [pencegahan] itu, [misalnya] di pintu-pintu masuk itu," kata Moeldoko di kantornya pada Jumat.

Sementara itu, berdasarkan catatan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ada sekitar 428 WNI yang tinggal di wilayah Kota Wuhan, China.

Dia menyebut 90 persen WNI di Wuhan merupakan mahasiswa dan saat ini berada di Indonesia untuk berlibur.

Menurut Menlu Retno, Februari nanti mahasiswa akan kembali ke China.

"Kedutaan terus melakukan komunikasi dengan kampus tentang kondisi terkini," ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan.

Selain di Wuhan, Retno juga mencatat ada sekitar 1.280 mahasiswa Indoensia yang saat ini berada di Beijing.

Dia menyebut hingga saat ini belum ada WNI yang terjangkit virus itu.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.