Iqbal Musyaffa
14 Desember 2020•Update: 16 Desember 2020
JAKARTA
Uni Eropa menekankan pentingnya kerja sama perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi kedua pihak.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatakan Uni Eropa merupakan pasar ekspor terbesar ketiga bagi Indonesia.
Dia mengatakan ekonomi Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN, namun belum menjadi mitra dagang terbesar bagi Uni Eropa.
“Kami lebih banyak melakukan perdagangan dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam,” ujar Piket dalam diskusi virtual, Senin.
Selain itu, Piket mengatakan investasi Uni Eropa ke Indonesia juga hanya 11 persen dari total investasi Uni Eropa ke ASEAN.
Oleh karena itu, dia mengatakan kondisi ini merupakan pesan yang jelas bagi kedua pihak untuk membangun hubungan dagang dan investasi yang selam ini belum dimaksimalkan.
“Kita bertekad agar CEPA ini memudahkan kita mengoptimalkan potensi yang luar biasa ini,” kata Piket.
Piket mengatakan negosiasi Indonesia-EU CEPA akan segera dimulai dengan rencana akan berlangsung 10 putaran untuk bisa mencapai kemajuan yang diinginkan.
Dia mengatakan Indonesia-EU CEPA sangat penting untuk bisa mendorong ekonomi Indonesia untuk pulih dari dampak Covid-19.
“Begitu CEPA dilaksanakan, pada 2030 diprediksi akan bisa menghasilkan pertumbuhan perdagangan EUR5 miliar per tahun dan meningkatkan ekspor Indonesia hampir 18 persen ke Eropa,” ujar dia.
Piket juga mengatakan CEPA merupakan alat bagi Indonesia untuk merestrukturisasi dan diversifikasi ekonomi serta menciptakan lapangan kerja yang lebih baik.