Muhammad Abdullah Azzam
28 Maret 2019•Update: 28 Maret 2019
Şerife Çetin
BRUSSELS
Kepala Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa (UE) Federica Mogherini mengatakan bahwa Uni Eropa tak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.
Mogherini mengungkapkan hal itu setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani dekrit presiden yang menyatakan bahwa "Amerika Serikat secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.
Pernyataan tertulis oleh Mogherini itu mewakili 28 negara Uni Eropa. “Sikap UE tentang status Dataran Tinggi Golan tak berubah,” ungkap Mogherini dalam pernyataan itu.
Mogherini menekankan bahwa keputusan penolakan Uni Eropa terhadap aneksasi Israel atas Dataran Tinggi Golan itu dengan alasan telah melanggar hukum internasional dan resolusi no. 242 dan 497 Dewan Keamanan PBB (DK PBB).
Israel sejak lama melobi AS untuk mengakui klaimnya atas Dataran Tinggi Golan, tetapi semua pemerintahan sebelumnya mengabaikan permintaan itu.
Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah selama Perang Enam Hari 1967.
Israel menduduki sekitar dua pertiga wilayah Dataran Tinggi Golan dan secara resmi mencaplok wilayah itu pada 1981, yang kemudian ditolak dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB.
PBB mengatakan status Dataran Tinggi Golan tetap tidak berubah setelah deklarasi Trump dan berdasarkan hukum internasional diklasifikasikan sebagai wilayah pendudukan.