Uni Eropa jatuhkan sanksi bagi 6 orang Rusia terkait peracunan Navalny
Uni Eropa memasukkan nama pejabat Suriah dan individu Rusia ke dalam daftar pembekuan aset dan larangan bepergian ke wilayahnya
BRUSSELS
Uni Eropa (UE) pada Senin menambahkan enam orang Rusia yang terlibat dalam kasus peracunan tokoh oposisi Alexey Navalny ke dalam daftar sanksinya.
Dewan Uni Eropa juga memperpanjang rezim sanksi soal penggunaan senjata kimia hingga 16 Oktober 2022, kata lembaga Uni Eropa dalam sebuah pernyataan.
Daftar hitam Uni Eropa saat ini mencakup 15 orang dan dua entitas yang "bertanggung jawab langsung atas pengembangan dan penggunaan senjata kimia, serta mereka yang memberikan dukungan finansial, teknis, atau material."
Daftar tersebut telah menampilkan lima pejabat tinggi Suriah yang terlibat dalam penggunaan senjata kimia oleh rezim terhadap warganya dan empat orang Rusia yang bertanggung jawab atas peracunan mantan perwira intelijen Sergey Skripal dengan racun saraf.
Selain sembilan orang ini, enam orang Rusia baru yang dituduh berperan dalam pemberian racun Novichok terhadap Navalny dimasukkan ke dalam daftar tersebut.
Sebuah lembaga penelitian Suriah dan Rusia juga menjadi sasaran daftar pembatasan Uni Eropa.
Uni Eropa mengadopsi rezim sanksi yang terdiri dari larangan perjalanan dan pembekuan aset pada 2018 sebagai tanggapan atas serangan rezim Suriah.
Suriah dilanda perang saudara sejak awal 2011 sejak rezim Assad menindak protes pro-demokrasi.
Menurut Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), rezim Assad telah menggunakan senjata kimia setidaknya 17 kali terhadap penduduknya sendiri selama 10 tahun perang saudara.
Pada 2018, mantan mata-mata KGB Skripal dan putrinya Yulia hampir tewas diracun dengan zat saraf Novichok yang sangat beracun.
Mereka dirawat di rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di Salisbury, Inggris, tetapi mereka berdua sudah dipulangkan dari rumah sakit setelah perawatan yang lama.
Sebuah zat kimia kelas militer serupa dari jenis Novichok diterapkan tahun lalu terhadap Navalny, yang pulih dari keracunan di Jerman.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
