Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Maret 2021•Update: 09 Maret 2021
Rodrigue Forku
YAOUNDE, Kamerun
Ketua Komisi Uni Afrika pada Minggu menyatakan keprihatinannya atas kerusuhan di Senegal baru-baru ini, yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan kerusakan material.
Dalam pernyataannya, Moussa Faki Mahamat mengutuk tindakan kekerasan dan penjarahan serta kecenderungan untuk menghasut.
Dia menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan semua krisis dan ketegangan di Afrika melalui cara-cara damai, dialog dan dengan sangat menghormati ketertiban, perdamaian sipil dan supremasi hukum.
Protes telah berlangsung selama hampir seminggu di Senegal setelah penangkapan pemimpin oposisi Ousmane Sonko menyebabkan sedikitnya lima orang tewas dan banyak lainnya terluka.
Pada Jumat, Amnesty International meminta pemerintah Senegal untuk mengklarifikasi kematian para demonstran dan menjelaskan pelanggaran hak asasi manusia sejak penangkapan Sonko pada 3 Maret.
Sonko, yang kekebalan parlemennya dicabut karena kasus pemerkosaan yang dituduhkan kepadanya, sedang dalam perjalanan ke pengadilan ketika dia ditangkap karena kehadiran para demonstran dan simpatisan dalam perjalanannya.
Dia juga dituding mengganggu ketertiban umum, meskipun kemudian dia membantah tuduhan tersebut.
Pada 4 Maret, para pendukungnya turun ke jalan di beberapa kota, mengatakan bahwa penangkapannya bermotif politik. Mereka diserang dan ditangkap oleh pasukan keamanan Senegal.
Pemuda Senegal telah menyerukan protes secara damai terhadap pemerintah dan penangkapan Sonko pada Senin.
Sekolah-sekolah di negara itu juga telah ditutup hingga 15 Maret karena aksi protes tersebut.