Ahmed Suliman
23 Januari 2018•Update: 24 Januari 2018
Ahmed Suliman
DOHA
Sebuah museum tersohor di Abu Dhabi pada Senin mengganti peta kawasan Teluk yang menghapus negara Qatar.
Mereka mengatakan peta yang tidak akurat itu dipajang karena "kelalaian".
"Peta itu menunjukkan rute yang dilalui sebuah artefak vas kuno. Itu tidak akurat dan karena itu kami telah mengganti peta yang dipajang," kata Museum Louvre UEA dalam edaran pers.
Dalam sebuah tulisan analisa berjudul "Pertikaian UEA/Qatar making meningkat' yang dirilis pekan lalu, pakar kebijakan asing Simon Henderson menggunakan insiden peta itu sebagai contoh.
"Di Museum Louvre Abu Dhabi, sebuah peta yang menampilkan wilayah Teluk tampak menghilangkan negara Qatar - kesalipan geografis yang tidak sesuai dengan persetujuan Prancis membolehkan Abu Dhabi menggunakan nama Louvre," tulis Henderson.
Tahun lalu, UEA membayar lebih dari setengah milyar dolar untuk membeli hak penggunaan nama Louvre untuk sebuah museum di Abu Dhabi.
"Kesalipan geografis" yang ditulis oleh Hendreson terjadi di tengah ketegangan antara negara-negara Teluk.
Pertengahan tahun lalu, Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menuduh negara itu mendukung kelompok-kelompok teroris.
Tuduhan itu ditepis oleh Qatar dan mengatakan tindakan negara-negara Arab tersebut melanggar hukum internasional.