İqbal Musyaffa
15 September 2018•Update: 16 September 2018
Muhammed Ali Gurtas
ANKARA
Neraca perdagangan luar negeri Uni Eropa membukukan defisit sebesar €4,1 milyar (USD4,96 milyar) dalam tujuh bulan pertama tahun 2018, menurut kantor statistik Uni Eropa pada hari Jumat.
Sepanjang Januari hingga Juli ini, ekspor barang-barang Uni Eropa mencapai sekitar €1,127 triliun (USD1,363 triliun) dengan kenaikan tahunan 3,6 persen, dan impor blok 28 negara anggota UE dari bagian dunia lainnya berjumlah hampir €1,131 triliun euro (USD1,368 triliun) naik 4,5 persen setiap tahun.
“Akibatnya, EU28 mencatat defisit sebesar €4,1 miliar, dibandingkan dengan surplus €6,3 miliar pada Januari-Juli 2017,” kata Eurostat.
Kantor statistik Eropa itu juga mencatat perdagangan intra EU28 naik menjadi €2,05 triliun pada Januari-Juli 2018, meningkat 5,6 persen dibandingkan dengan Januari-Juli 2017.
Nilai tukar satu euro terhadap dolar AS rata-rata USD1,21 pada periode Januari-Juli tahun 2018, sementara nilai tukar EUR /USD rata-rata adalah sekitar 1,09 pada periode yang sama tahun lalu.
Data Eurostat mengungkapkan bahwa ekspor ke AS dari Eropa mencapai €232,2 miliar (USD280,9 miliar) dan menyumbang 20,6 persen dari total ekspor UE dalam periode tujuh bulan. AS menjadi pasar ekspor utama untuk Eropa.
Dalam daftar pasar ekspor utama Uni Eropa setelah AS antara lain China, Swiss, Rusia, dan Turki.
Selama periode yang sama, China menjadi sumber impor nomor satu untuk UE dengan €217 miliar (USD262,6 miliar) atau 19,2 persen dari total impor. Negara asal impor Eropa lainnya setelah China adalah AS, Rusia, Swiss, dan Norwegia.
Angka-angka perdagangan antar negara menunjukkan bahwa Uni Eropa membukukan surplus perdagangan terbesar dengan AS mencapai €79,3 miliar (USD95,9 miliar) dan mencatat defisit perdagangan tertinggi dengan China sebesar €98,4 miliar (USD119 miliar) pada periode Januari sampai Juli 2018.