Maria Elisa Hospita
03 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Abdel Raouf Arnaout
YERUSALEM
Twitter menutup akun puluhan pemimpin Hamas dan Hezbullah atas permintaan Israel.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel mengatakan bahwa Menteri Keamanan Dalam Negeri Gilad Erdan telah menyerahkan daftar nama 40 orang yang terkait dengan Hamas atau Hezbullah ke situs jejaring sosial populer itu.
Pernyataan sama juga menyebutkan bahwa Twitter telah menanggapi laporan itu dengan menutup 35 akun yang terdapat dalam daftar.
Daftar itu mencakup nama-nama pemimpin Hamas yang terkemuka Ismail Haniyeh, Khaled Meshaal, Izzat al-Rishq, Hossam Badran, Salah al-Bardawil, Fathi Hammad, Fawzi Barhoum, Osama Hamdan, Sami Abu Zuhri, Taher al-Nono, Rawhi Mushtaha, Moussa Abu Marzouk, Hussein Abu Kwik, dan lain-lain.
Selain itu, nama-nama anggota terkemuka dari kelompok Hezbollah Lebanon, Naim Kassem dan Salam al-Faham, juga termasuk dalam daftar.
Hingga saat ini, baik Hamas maupun Hezbullah belum berkomentar soal pernyataan kementerian tersebut.