24 Agustus 2017•Update: 24 Agustus 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Mantan agen rahasia CIA Valerie Plame Wilson sedang mengumpulkan dana USD 1 miliar untuk membeli Twitter dan menendang Presiden AS Donald Trump dari situs microblogging tersebut.
Wilson meluncurkan kampanye penggalangan dana di laman gofundme pekan lalu namun baru mulai didengar media pada Rabu – dana awalnya yang sebesar USD 8.000 pada Rabu pagi telah mencapai USD 20.000 pada siang.
“Bila bos @Twitter tidak mau menghentikan kekerasan dan kebencian Trump, maka kita harus melakukannya. #BuyTwitter #BanTrump,” cuit Wilson ketika mengumumkan laman gofundme-nya Jumat lalu.
Gedung Putih mengatakan dikitnya respon yang diperoleh Wilson menunjukkan popularitas Trump di Twitter.
“Kenyataan bahwa terdapat sangat sedikit pendonor menunjukkan warga Amerika menyukai presiden mereka menggunakan Twitter untuk berkomunikasi langsung dengan mereka,” kata juru bicara Sarah Huckabee Sanders dalam surel yang dikirim ke Anadolu Agency.
Kampanye Wilson sekarang terkenal di Twitter.
Menggunakan alasan penolakan Twitter untuk menutup akun Trump, halaman gofundme Wilson menunjukkan dia ingin membeli saham mayoritas perusahaan tersebut.
Dana lebih dari USD 1 miliar itu adalah “harga kecil untuk menarik megafon terbesar Trump dan mencegah perang nuklir”, menurut laman kampanye itu.
Bila berhasil mengumpulkan dana itu, Wilson bisa menjadi pemegang saham terbesar Twitter, namun belum bisa mengendalikan perusahaan itu.
Twitter dinilai lebih dari USD 12,5 miliar, jadi dibutuhkan saham seharga USD 6,25 miliar untuk mengendalikannya.
Wilson meninggalkan CIA pada 2005 setelah identitasnya dibocorkan seorang pejabar pemerintahan George W. Bush setelah menyamar selama 2 tahun.
Diperkirakan kebocoran informasi itu sebagai balas dendam setelah suami Wilson, seorang mantan diplomat, menulis editorial yang mempertanyakan kebijakan Bush berperang dengan Irak.