Hader Glang
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Seorang diplomat AS di Filipina pada Kamis membantah tuduhan yang mengatakan lembaga intelijen AS CIA berencana melengserkan pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.
"Sama sekali tidak ada upaya dari CIA untuk meruntuhkan kepemimpinan Filipina," kata Duta Besar AS untuk Filipina Sung Kim kepada pers, seperti dikutip kantor berita GMA News.
Bantahan Kim itu menyusul tuduhan Duterte terhadap CIA yang menurut dia berencana membunuhnya untuk mendirikan pemerintahan oposisi.
Duterte, yang menang besar dalam pemilu Mei 2016, sangat dihormati oleh AS yang merupakan sekutu Filipina, kata Kim.
"Presiden Duterte memenangi pemilu dengan sangat mengesankan. Kami menghormati pilihan itu dan kami bekerja sangat baik dengan pemerintahannya," jelas Kim.
20 Oktober lalu, Duterte mengeluarkan tuduhan mengatakan bila dia tewas, CIA akan menjadi dalangnya.
"Saya mengatakan kepada warga Filipina: Bila saya mati, pasti ada Amerika di balik itu. CIA yang melakukannya," ujar Duterte yang juga mengatakan CIA mengorganisir semua kritikan terhadap perang anti-narkoba Filipina.
Duta Besar AS menekankan pentingnya menjaga hubungan antar-negara dan tidak berfokus pada pernyataan umum.
Kim mengatakan Duterte juga pernah mengatakan ingin menjaga hubungan erat dengan Washington.
Sejak Juni 2016, perang anti-narkoba yang diluncurkan Duterte telah menelan setidaknya 7.000 jiwa. Kebanyakan dari mereka yang menjadi korban adalah pengedar narkoba kecil-kecilan dan pecandu yang menolak ditahan polisi.
AS, Uni Eropa dan PBB menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai kematian-kematian itu sebagai dampak negatif kampanye anti-narkoba pemerintah Filipina. Mereka mengatakan pihak berwenang di sana harus tetap menghormati proses hukum dan HAM.