Faruk Zorlu
29 Juli 2021•Update: 29 Juli 2021
Faruk Zorlu
ANKARA
Turki menyalakan suar gas pertama di Ladang Gas Sakarya di Laut Hitam dalam sebuah upacara resmi, Rabu.
"Hari ini, untuk pertama kalinya, kami akan membakar gas Laut Hitam yang kami temukan dan mulai diekstraksi dari ratusan meter di bawah tanah," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, dalam seremoni yang diadakan secara virtual.
Erdogan mengatakan dengan diperkenalkannya gas Laut Hitam dalam waktu dekat, Turki akan secara signifikan mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber asing.
"Sumur yang dibor Turki untuk gas alam di Laut Hitam bukanlah yang pertama, dan tentu saja, tidak akan menjadi yang terakhir," ujar dia.
“Sebelumnya kami melakukan pengeboran dengan perusahaan internasional melalui leasing. Sekarang, tidak seperti yang sebelumnya, kami juga melakukan pekerjaan ini dengan kapal kami sendiri dan sumber daya manusia kami sendiri,” lanjut presiden.
Erdogan menambahkan bahwa Turki juga mengakhiri ketergantungan pada sumber asing dengan kompetensi teknis yang dicapai dalam hal pengeboran.
Temuan gas terbesar Turki, dengan total 405 miliar meter kubik (bcm), ditemukan tahun lalu oleh kapal bor Fatih di Ladang Gas Sakarya yang terletak di Laut Hitam.
Bulan lalu, Turki mengumumkan penemuan sebesar kedua dengan total 135 bcm di sumur Amasra-1 di Lapangan Gas Sakarya utara, sehingga total penemuan gas kumulatif menjadi 540 bcm.
Tahun lalu, konsumsi gas negara mencapai 48,2 bcm, naik sekitar 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Turki mengimpor 48 bcm dari konsumsi gasnya, sementara produksi dalam negeri mencapai 441 juta meter kubik pada 2020.
Produksi pertama dari lapangan Sakarya direncanakan akan dimulai pada 2023.