Türkİye, Politik, Dunia, Operasi Mata Air Perdamaian

Turki kutuk pernyataan ketua Liga Arab soal Operasi Mata Air Perdamaian

Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menjadi mitra dalam kejahatan teroris, kata Kementerian Luar Negeri Turki

Rhany Chairunissa Rufinaldo  | 13.10.2019 - Update : 14.10.2019
Turki kutuk pernyataan ketua Liga Arab soal Operasi Mata Air Perdamaian Ilustrasi: Gedung Kementerian Luar Negeri Turki. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Gozde Bayar, Busra Nur Bilgic Cakmak

ANKARA

Turki mengutuk keras pernyataan ketua Liga Arab yang menyamaratakan tuduhan terhadap Operasi Mata Air Perdamaian yang sedang berlangsung di timur Sungai Eufrat, Suriah utara.

Hami Aksoy, juru bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu bahwa Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menjadi mitra dalam kejahatan teroris dan telah mengkhianati dunia Arab dengan menuduh Turki.

"Sangat mengecewakan melihat bahwa Sekretaris Jenderal Liga Arab, sosok yang diharapkan menjadi suara bangsa Arab, mendukung para pelaku kejahatan yang dilakukan terhadap warga Arab di Suriah dan teroris yang bertujuan untuk memecah belah tanah air Arab, bukannya membela hak dan hukum warga Arab Suriah,” kata Aksoy.

Dalam sambutannya pada pertemuan Liga Arab di Kairo, Aboul-Gheit menggambarkan operasi Turki yang sedang berlangsung di Suriah utara sebagai sebuah "invasi militer."

"Korban paling penting dari kelompok teror PYD/YPG/PKK adalah warga Arab Suriah karena mereka secara paksa diusir oleh organisasi teroris di sebelah timur Sungai Eufrat," ujar Aksoy.

Dia juga mengatakan bahwa Aboul Gheit bertindak sebagai kaki tangan kejahatan yang dilakukan oleh organisasi teroris dan mengkhianati bangsa Arab dengan menuduh Turki sebagai penyerang, bukan organisasi teroris yang membahayakan integritas teritorial Suriah.

Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun juga mengutuk pernyataan Gheit.

"Saya mengutuk keras Liga Arab karena telah salah mengidentifikasi operasi kontra-terorisme Turki di timur laut Suriah sebagai sebuah invasi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari ini," cuit Altun di Twitter.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.