Astudestra Ajengrastrı
17 Februari 2018•Update: 18 Februari 2018
Ayhan Simsek
MUNICH
Menteri Luar Negeri Turki dan Jerman setuju pada Jumat untuk memperbaiki hubungan bilateral setelah beberapa waktu lalu ketegangan terjadi antara Ankara dan Berlin.
Berbicara kepada media di Munich setelah melakukan pertemuan dengan rekannya dari Jerman, Sigmar Gabriel, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berkata kedua negara sepakat melakukan dialog mendalam dan kerja sama lebih erat.
"Sebagai menteri luar negeri, kami akan terus bekerja sama untuk mempererat hubungan bilateral Turki-Jerman, termasuk kerja sama dalam isu-isu regional lainnya," ujar Cavusoglu.
Pertemuan yang dilakukan di sela Munich Security Conference ini bersamaan waktunya dengan pelepasan jurnalis berdarah Jerman-Turki Deniz Yucel, yang dipenjarakan di Turki tahun lalu karena dugaan penyebaran propaganda terorisme.
Cavusoglu menekankan bahwa pelepasan Yucel ini adalah keputusan independen pengadilan, dan pemerintah Turki tak ikut campur dalam proses hukum.
Dia menyatakan, pemerintah Turki hanya meminta kepada Departemen Kehakiman untuk mempercepat proses pengadilan.
Lamanya periode penahanan Yucel, koresponden harian Jerman Die Welt, menjadi sumber friksi kedua negara.
Meski sejumlah politisi melakukan panggilan telepon kepada pejabat pemerintah Turki untuk melepaskan Yucel, secara resmi pemerintah menolak memberi tekanan politis dan meminta Jerman menunggu keputusan pengadilan.
Sidang Pengadilan Tinggi ke-32 di Istanbul pada hari Jumat memerintahkan pembebasan Yucel dari tahanan, untuk menunggu sidang.
"Kami mengatasi salah satu masalah di antara kami. Sekarang kita harus fokus pada agenda yang lebih positif," tegas Cavusoglu.
Gabriel sambut baik pembebasan Yucel
Menteri Luar Negeri Gabriel menyambut baik pelepasan Yucel ini.
"Saya menyadari ini adalah keputusan pengadilan," kata dia, sembari mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Turki karena membantu percepatan proses ini.
"Ini pertanda bahwa diplomasi -- tanpa megafon, hanya saling bicara -- dapat memecahkan permasalahan sulit," tambah dia.
Gabriel juga mengungkap Jerman dam Turki akan meningkatkan dialog dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, energi, kamanan, dan terus berusaha mengatasi perbedaan-perbedaan yang masih ada.
"Kami adalah mitra dalam NATO. Kami punya kepentingan keamanan yang sama," imbuh dia.