Meltem Bulur
15 Februari 2018•Update: 16 Februari 2018
Meltem Bulur
KUWAIT
Turki menjadi negara pemberi fasilitas kredit terbesar pada Konferensi Internasional untuk Rekonstruksi Irak yang diadakan di Kuwait.
Lebih dari 70 negara investor dan organisasi internasional menghadiri konferensi yang diadakan di Kuwait hari ini.
Dalam konferensi tersebut pemerintah Irak menawarkan sebanyak 157 proyek investasi, termasuk di bidang infrastruktur, air, energi, konstruksi dan teknologi.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, pejabat Badan Kerja Sama dan Kordinasi Turki (TIKA), pejabat dari Kementerian Ekonomi serta perwakilan dari berbagai sektor swasta berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
Cavusoglu mengatakan Ankara akan memberi fasilitas kredit sebesar USD 5 miliar kepada Irak.
“Sejak tahun 2014 hingga kini kami telah memberikan bantuan untuk kemanusiaan dan pembangunan di Irak sebesar USD 500 juta. Kini kami akan memberikan kredit sebesar lima miliar ke sana,” ujar Cavusoglu.
Cavusoglu juga menyampaikan bahwa Turki akan menghibahkan USD 50 juta untuk program kemanusiaan dan pembangunan di Irak.
Kuwait sebagai tuan rumah penyelengggara konferensi tersebut mengatakan akan memberikan kredit dan investasi ke Irak sebesar USD 2 miliar.
Selain itu Qatar akan mengalokasikan dana USD 1 miliar, Arab Saudi USD 1,5 miliar dan Uni Arab Emirat USD 500 juta untuk proyek rekonstruksi di Irak.
Di sisi lain, Uni Eropa juga akan memberikan dana EUR 400 juta serta Jerman akan menginvestasikan EUR 500 juta untuk stabilitas di Irak dan bantuan kemanusiaan.
Pejabat Irak mengatakan bahwa dana yang dibutuhkan untuk rekonstruksi di Irak mencapai USD 88,2 milyar. Namun diakhir pertemuan konferensi Wakil Perdana Menteri Kuwait Sheikh Sabah Khalid al-Hamad al-Sabah mengatakan bahwa jumlah dana yang terkumpul untuk berbagai proyek investasi di Irak sebesar USD 30 miliar.