Maria Elisa Hospita
04 Juni 2020•Update: 05 Juni 2020
Baris Gundogan, Yildiz Aktas
ANKARA
Juru bicara partai yang berkuasa di Turki mendukung aksi demonstrasi anti-rasisme di Amerika Serikat.
"Turki menentang semua kelompok yang berupaya mengganggu kebebasan berpendapat warga AS dan ketertiban umum," tegas Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), pada Rabu.
Gelombang protes telah melanda AS sejak pekan lalu untuk menentang kebrutalan polisi yang mengakibatkan tewasnya George Floyd.
Floyd, 46, seorang pria kulit hitam asal Minneapolis ditangkap polisi Senin pekan lalu, saat dia diduga menggunakan uang palsu untuk membayar di sebuah toko.
Rekaman video yang beredar di Facebook menunjukkan dia diborgol dan tak menunjukkan perlawanan apa pun.
Namun, polisi mengklaim Floyd berontak. Salah satu polisi, Derek Chauvin, tampak menduduki leher Floyd selama hampir sembilan menit.
Kata-kata terakhir Floyd adalah "Saya tidak bisa bernapas" yang kemudian menjadi slogan unjuk rasa.
Hasil otopsi independen yang dirilis awal pekan ini menunjukkan bahwa Floyd meninggal karena sesak napas akibat tekanan berkelanjutan.