Astudestra Ajengrastrı
25 September 2018•Update: 25 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump pada Senin menepis tuduhan pelecehan seksual yang diarahkan kepada calon Hakim Agung pilihannya, berkata bahwa tuduhan-tuduhan ini sangat "berbau politis".
Brett Kavanaugh menghadapi tuduhan baru pada Minggu, saat Deborah Ramirez dalam wawancara dengan majalah New Yorker mengaku Kavanaugh pernah memaksakan diri secara seksual pada dirinya dalam sebuah pesta kampus pada 1980-an.
"Jika ada orang-orang yang tiba-tiba mengaku, dari 36 tahun lalu dan 30 tahun lalu, dan tidak pernah menyebutkan apa-apa sebelumnya lalu mendadak semuanya terjadi, menurut saya ini sangat politis," ujar Trump kepada wartawan di markas PBB di New York.
"Saya bersama Hakim Kavanaugh dan saya tak sabar untuk memberikan suara," ujar Trump.
Kavanaugh menyangkal tuduhan Ramirez melalui sebuah pernyataan yang disebarluaskan oleh Gedung Putih, berkata bahwa peristiwa yang dibeberkan wanita tersebut "tidak terjadi."
"Orang-orang yang mengenal saya dulu dan sekarang tahu ini tidak terjadi, dan mereka sudah berkata demikian. Ini adalah pencemaran nama baik, semudah itu," kata dia.
Kavanaugh sebelumnya telah menghadapi tuduhan pelecehan seksual dari Christine Blasey Ford, yang menuduh Kavanaugh dan seorang temannya -- keduanya dalam keadaan mabuk, ujar Ford -- memaksanya masuk ke sebuah kamar saat sebuah pesta sekolah menengah atas berlangsung di Maryland.
Kavanaugh dan pria lain itu, Mark Judge, lalu menyetel musik keras-keras sebelum Kavanaugh mulai meraba dan berusaha melepaskan baju Ford. Kavanaugh, kata Ford, menyekap mulut Ford setelah dirinya mencoba berteriak, lalu Kavanaugh mengancam nyawanya.
Tuduhan ini menimbulkan keraguan atas pencalonan Kavanaugh.
Ford dijadwalkan untuk bersaksi dalam sidang dengar publik di hadapan Komite Kehakiman Senat pada Selasa.