Astudestra Ajengrastrı
29 Agustus 2018•Update: 29 Agustus 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Presiden AS Donald Trump mengkritik Google pada Selasa, menuduh mesin pencarian milik raksasa teknologi ini memberikan hasil yang tak mendukung dirinya dan Partai Republik.
"Hasil pencarian Google untuk 'Berita Trump' menunjukkan pandangan/laporan dari Media Berita Palsu. Dengan kata lain, mereka telah MENCURANGINYA, untuk saya & lainnya, sehingga semua cerita dan berita BURUK. CNN yang palsu paling menonjol. Media Republikan/Konservatif & Adil ditutupi. Ilegal?" tulis Trump di Twitter.
Dia menambahkan, "96% hasil 'Berita Trump' berasal dari Media Nasional Sayap-Kiri, sangat berbahaya. Google dan yang lainnya menekan suara Konservatif dan menyembunyikan informasi dan berita dan ini tidak baik. Mereka mengontrol apa yang bisa dan tidak bisa kita lihat. Ini adalah situasi yang sangat serius-akan segera ditangani!"
Ketua Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow belakangan mengatakan kepada reporter bahwa pemerintahan akan "menyelidiki" situasi ini.
Perusahaan induk Google, Alphabet, mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa hasil pencarian di mesin mereka tidak bias.
"Pencarian tidak digunakan untuk menyetting agenda politik dan hasil mesin pencarian kami tidak bias mepada ideologi politik manapun," menurut pernyataan tersebut. "Kami tidak pernah mengurutkan hasil pencarian untuk memanipulasi sentimen politik."
Banyak yang meyakini kritik Trump ini sebagai usaha untuk mengalihkan perhatian dari respons yang diberikannya dalam menghadapi kematian Senator John McCain yang meninggal dunia karena kanker otak pada Sabtu.
Trump dan mendiang McCain memiliki hubungan yang tak akur, dan presiden memberikan reaksi pendek di Twitter ketika senator tersebut meninggal dunia. Dia kemudian memerintahkan bendera-bendera di Gedung Putih dinaikkan setengah tiang hanya sampai pukul 12.02 pagi (0402GMT) pada Senin. Biasanya, bendera dikibarkan setengah tiang sampai senator yang meninggal dikuburkan.
Kritik Trump untuk Google ini juga muncul kurang dari sehari setelah pembawa acara Fox Business Lou Dobbs mengatakan pada Senin bahwa Google "memblokir dan menekan" berita-berita konservatif dari hasil mesin pencarian mereka.
"Raksasa Teknologi Menghancurkan Konservatif: 96 Persen Hasil Pencarian Google untuk Berita '@realDonaldTrump' Dari Outlet Media Liberal," tulis Dobbs pada Minggu di Twitter.
Angka "96 persen" berasal dari Paula Bolyard, penulis berita, opini, dan komentar konservatif untuk laman berita PJ Media.
Bolyard pada Sabtu berkata melakukan pencarian di Google untuk "Trump" menggunakan mesin pencari berita mereka, dan menganalisa hasilnya menggunakan bagan bias media milik jurnalis Sharyl Attkisson.
Bagan Attkisson memetakan outlet media Amerika berdasarkan spektrum politik yang terentang dari tengah ke kiri dan kanan.