Dunia

Trump Sebut Dugaan Serangan ke Kediaman Putin Bisa Ganggu Negosiasi Perdamaian

Yasin Gungor  | 31.12.2025 - Update : 31.12.2025
Trump Sebut Dugaan Serangan ke Kediaman Putin Bisa Ganggu Negosiasi Perdamaian

ISTANBUL

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya merasa “marah” atas dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, seraya menilai waktu kejadian tersebut tidak tepat di tengah proses perundingan perdamaian.

“Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik,” kata Trump kepada wartawan pada Senin (29/12), sebelum bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia mengaku menerima informasi langsung dari Putin. “Presiden Putin memberi tahu saya pagi-pagi sekali. Dia bilang rumahnya diserang. Itu tidak baik.”

Trump menilai penyerangan terhadap kediaman pribadi kepala negara berbeda dari operasi militer di medan perang.
“Ini satu hal untuk melakukan serangan ofensif di medan perang. Tapi menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal seperti itu,” ujarnya. “Saya sangat marah soal ini.”

Namun, Trump juga membuka kemungkinan bahwa serangan tersebut tidak benar-benar terjadi.
“Mungkin saja itu tidak terjadi. Kita akan mengetahuinya,” katanya.

Trump menyinggung keputusannya untuk menghentikan pengiriman rudal jelajah jarak jauh Tomahawk ke Ukraina, dengan alasan situasi diplomatik yang sensitif.
“Saya tidak menginginkan itu, karena kita sedang berada dalam periode yang sangat rapuh. Ini bukan waktu yang tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembicaraannya dengan Putin berlangsung pada Senin pagi, bukan Minggu, karena pembicaraan sebelumnya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berakhir larut malam waktu Rusia.
“Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik. Sangat produktif,” kata Trump.

Meski demikian, Trump mengakui masih ada hambatan besar menuju perdamaian.
“Masih ada beberapa isu yang sangat rumit. Jika itu bisa diselesaikan, maka akan ada perdamaian,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengklaim Ukraina melancarkan serangan drone semalam terhadap kediaman presiden di wilayah Novgorod, Rusia barat laut. Ia mengatakan Moskow akan meninjau kembali posisi negosiasinya, namun tetap terlibat dalam proses perdamaian yang dipimpin AS.

Ajudan kepresidenan Rusia, Yuri Ushakov, menyatakan Putin telah memberi tahu Trump bahwa serangan tersebut “tidak akan dibiarkan tanpa balasan.”

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah klaim tersebut melalui platform media sosial X. Ia menegaskan tuduhan itu bertujuan “merusak pencapaian diplomatik bersama” dengan tim Trump dan “membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina.”

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın