Astudestra Ajengrastrı
02 Agustus 2018•Update: 03 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump meminta Jaksa Agung Jeff Sessions untuk berhenti melakukan penyelidikan khusus atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum AS pada Rabu.
Sessions menyulut kemarahan Trump pada tahun lalu, ketika mengumumkan pengunduran dirinya dari penyelidikan atas Rusia karena Trump menolak membuka tentang pertemuannya dengan Duta Besar Rusia di Washington dalam pernyataannya kepada Senat. Trump menunjukkan kemarahannya secara publik karena keputusan ini.
Setelah berbulan-bulan mencemooh penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller, yang juga menyelidiki dugaan kemungkinan kolusi antara tim kampanye Trump dengan Rusia, Presiden secara langsung memerintahkan pejabat-pejabatnya untuk menghentikan proses penyelidikan.
"Ini adalah situasi yang buruk dan Jaksa Agung Jeff Sessions harus menghentikan Perburuan Penyihir Terkutuk ini sekarang juga, sebelum memecah negara kita lebih lanjut. Bob Mueller menyalahi aturan, dan 17 Demokrat Marah yang melakukan pekerjaan kotornya mempermalukan AS!" tulis Trump di Twitter.
Setelah Sessions mengundurkan diri, penerusnya di Kementerian Kehakiman, Rod Rosenstein, mengambil alih perannya dalam penyelidikan Mueller, mengatakan bahwa apa yang dikatakan Sessions tak terjadi.
Proses pengadilan atas mantan manajer kampanye Trump dimulai pada Selasa. Paul Manafort didakwa dengan penipuan bank federal dan pajak oleh Mueller.
Proses pengadilan diperkirakan makan waktu setidaknya dua pekan.
Dalam serial tweet lain pada Rabu, Trump berkata Manafort "bekerja untuk saya untuk waktu yang sangat singkat," meski Manafort diketahui bekerja untuk kampanye Trump selama setengah tahun lamanya.
"Mengapa pemerintah tidak memberitahu saya dia diselidiki. Dakwaan usang ini tidak ada urusannya dengan Kolusi - sebuah Hoax!" tuding Trump.
Selain mencari tahu detail dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu dan kemungkinan kerja sama tim kampanye Trump dalam usaha tersebut, Mueller juga menyelidiki kemungkinan Trump melakukan menghalangi proses hukum.
Unggahan cuitan Trump pada Rabu juga mengatakan Sessions "seharusnya menghentikan" pertanyaan Mueller atas dugaan penghalangan hukum ini.
Gedung Putih mengatakan, Presiden hanya menyuarakan opininya semata, bukan mengeluarkan perintah resmi atas Sessions.