Pizaro Gozali Idrus
26 Maret 2020•Update: 27 Maret 2020
JAKARTA
Organisasi muslim di Thailand selatan memutuskan untuk menunda pelaksanaan salat jamaah dan salat Jumat di masjid akibat merebaknya wabah virus korona.
Kesepakatan ini diambil sejumlah organisasi Islam antara lain Syekhul Islam Thailand, Persatuan Majelis Agama Islam Wilayah Selatan Thailand, Majelis Syura Ulama Patani (Jamiiyah Fathoni), dan Majelis Dakwah Tabligh Thailand.
Mereka pun mengeluarkan surat instruksi kepada umat Islam untuk menjalankan imbauan menunda salat jamaah di masjid.
“Pemberhentian salat jamaah di setiap masjid dan semua aktivitasnya mulai berlaku pada Jumat tanggal 27 Maret,” tulis pernyataan gabungan organisasi Muslim dalam keterangannya pada Kamis.
Berdasarkan data otoritas setempat, jumlah orang yang terinfeksi wabah Covid-19 di empat wilayah Thailand selatan telah mencapai 97 orang.
Selain itu, sebanyak 101 orang sudah diisolasi terkait wabah Covid-19.
Thailand tutup perbatasan
Thailand memberlakukan jam malam dan menutup semua pintu perbatasan negara mulai hari ini hingga 30 April, demi mencegah penyebaran Covid-19.
Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengatakan periode itu adalah titik balik transmisi Covid-19 di Thailand.
Prayut telah mengerahkan angkatan bersenjata untuk mendirikan pos-pos di seluruh perbatasan negara.
Wakil Perdana Menteri Wissanu Krea-ngam menambahkan bahwa pengawasan tersebut akan diberlakukan selama 24 jam.
“Dengan pengecualian untuk mereka yang mencari perawatan medis, ke pengadilan atau bekerja dalam layanan penyiaran,” ujar Wissanu.
Prayut telah mengesahkan Keputusan Darurat dan menerbitkan 16 instruksi peringkat pertama.
Salah satu instruksi itu menyoal larangan orang asing memasuki Thailand, kecuali diplomat, sopir dan pilot.