Dunia

Bangladesh peringati hari kemerdekaan di tengah karantina wilayah 

Negara itu merayakannya dengan sederhana, karena pertemuan publik dilarang, seiring meningkatnya eskalasi wabah Covid-19

Hayati Nupus   | 26.03.2020
Bangladesh peringati hari kemerdekaan di tengah karantina wilayah  Ilustrasi: Bendera Bangladesh. (Foto file - Anadolu Agency)

Dhaka

SM Najmus Sakib dan Md. Kamruzzaman

DHAKA, Bangladesh

Bangladesh pada Kamis memperingati hari kemerdekaan dari Pakistan ke-49 tahun dengan sederhana, karena perayaan dibatalkan seiring meningkatnya wabah Covid-19.

Pemerintah memberlakukan karantina wilayah [lockdown] di seantero negeri dan mengerahkan personel militer untuk menjaga jarak fisik dan membatasi segala jenis pertemuan publik.

Presiden Abdul Hamid dan Perdana Menteri Sheikh Hasina mengeluarkan pesan khusus, serta menyapa warga Bangladesh yang di dalam dan luar negeri.

Sementara surat kabar menerbitkan suplemen khusus.

Juga saluran TV pemerintah dan swasta serta stasiun radio, menyiarkan program yang menyoroti pentingnya hari itu.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyampaikan salam kepada rekannya dari Bangladesh di hari kemerdekaan itu.

“Atas nama rakyat dan pemerintah Pakistan, dan saya sendiri, saya ingin menyampaikan permohonan tulus pada kesempatan Kemerdekaan dan Hari Nasional Republik Rakyat Bangladesh,” kata dia kepada Hasina, lewat surat, menurut kantor berita pemerintah Bangladesh Sangbad Sangstha.

Komisaris Tinggi Pakistan di Bangladesh Imran Ahmed Siddiqui juga menyampaikan “ucapan selamat yang hangat” pada hari itu dan menambahkan: “Kami berdoa untuk kemajuan dan kemakmuran berkelanjutan bagi persaudaraan Bangladesh.”

Sementara itu 26 Maret adalah hari libur nasional di Bangladesh.

Pada 25 Maret 1971, pasukan Pakistan menginisiasi tindakan keras di Pakistan Timur, yang kini menjadi Bangladesh, untuk menghapus perbedaan pendapat dan pemberontakan bersenjata.

Sehari kemudian, presiden pertama dan pendiri negara itu Sheikh Mujibur Rehman mendeklarasikan kemerdekaan.

Deklarasi ini diikuti oleh perang selama sembilan bulan, yang kemudian meraih kedaulatan secara resmi pada 16 Desember 1971.

Virus korona tipe baru pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, dan kini telah menyebar ke 175 negara serta wilayah.

Menurut catatan Universitas Johns Hopkins, terdapat 474.000 kasus Covid-19 di seluruh dunia dan telah merenggut lebih dari 21.300 nyawa.

Selain itu, lebih dari 115.000 pasien telah pulih.

Di Bangladesh, Covid-19 telah merenggut lima nyawa, sementara 39 lainnya dinyatakan positif terinfeksi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın