Türkİye, Dunia, Operasi Mata Air Perdamaian

Teroris Daesh kabur setelah YPG/PKK bakar kamp tahanan di Suriah

Hampir 5.000 orang, termasuk 2.000 teroris Daesh dan keluarga mereka ditahan di kamp tersebut

Rhany Chairunissa Rufinaldo  | 13.10.2019 - Update : 14.10.2019
Teroris Daesh kabur setelah YPG/PKK bakar kamp tahanan di Suriah Ilustrasi: Sebuah desa yang dibakar di kamp di Distrik Ayn Isa, Suriah utara, tempat di mana teroris Daesh dan keluarga mereka di tahan. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Mohamad Misto, Burak Karacaoglu, Adham Kako, Levent Tok

AYN ISA, Suriah 

Kelompok teror YPG/PKK pada Minggu membakar sebuah kamp di Distrik Ayn Isa, Suriah utara, tempat di mana teroris Daesh dan keluarga mereka di tahan.

Seorang pekerja sipil - tidak bersedia disebutkan namanya karena faktor keamanan - yang bekerja di kamp tersebut mengatakan kepada koresponden Anadolu Agency bahwa dia menyaksikan kejadian terebut.

"Hari ini, sekitar pukul 11.00, para eksekutif organisasi datang dan membawa semua pekerja sipil keluar dari perkemahan. Hanya mereka yang tinggal di dalam. Pada pukul 13.30 kami melihat kamp mulai terbakar dan asapnya membubung tinggi. Ketika kami pergi untuk melihat apa yang terjadi, mereka melihat bahwa kantor-kantor terbakar. Jika para tahanan dan keluarga membakar sendiri, kantor kami tidak akan rusak. Kantor kami berlokasi terpisah dari tempat orang Daesh dan keluarga mereka ditahan," ungkap dia.

"Kelompok itu menyulut api itu sendiri. Mereka membawa kami keluar sebelum mereka menyalakan api dan itu adalah bukti bahwa mereka yang menyebabkan kebakaran," tambah pegawai itu.

Saksi mengatakan tidak ada serangan udara atau pemboman di kamp tersebut.

Dia menambahkan bahwa ketika api mulai membesar, ribuan orang melarikan diri dari kedua bagian kamp, tempat para teroris Daesh, keluarga mereka dan warga sipil lainnya mengungsi.

Ada sekitar 5.000 orang tinggal di kamp yang kemudian dikosongkan setelah kebakaran.

Sekitar 2.000 di antaranya adalah teroris DAESH dan anggota keluarga mereka, sementara 3.000 sisanya adalah warga sipil yang mengungsi di Ayn Isa setelah melarikan diri dari konflik di berbagai wilayah Suriah.

Distrik Ayn Isa berjarak sekitar 35 kilometer dari perbatasan Turki.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada Rabu untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Turki berencana untuk memukimkan kembali 2 juta warga Suriah di zona aman selebar 30 kilometer yang akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.