Dunia

PBB: Lima upaya pembunuhan terhadap Presiden Suriah digagalkan tahun lalu

Laporan Sekjen PBB menyebut sekitar 3.000 pejuang ISIS masih aktif di Irak dan Suriah

13.02.2026 - Update : 19.02.2026
PBB: Lima upaya pembunuhan terhadap Presiden Suriah digagalkan tahun lalu

ANKARA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa lima upaya pembunuhan terhadap Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa serta dua menteri kabinet senior berhasil digagalkan sepanjang tahun lalu, di tengah peringatan bahwa kelompok ISIS (Daesh) masih aktif di Suriah.

Informasi tersebut tercantum dalam laporan ke-22 Sekretaris Jenderal PBB mengenai ancaman ISIS terhadap perdamaian dan keamanan internasional, yang disusun bersama Kantor Kontra-Terorisme PBB, sebagaimana dilaporkan The Washington Post pada Rabu (12/2).

Dalam laporan itu, Al-Sharaa disebut sebagai target prioritas, bersama Menteri Dalam Negeri Anas Khattab dan Menteri Luar Negeri Asaad al-Shaibani.

Dua rencana pembunuhan terhadap presiden dilaporkan terjadi di kota Aleppo dan Daraa, yang dilakukan oleh kelompok Saraya Ansar al-Sunnah.

Kelompok tersebut tidak tercantum dalam daftar organisasi teroris PBB, namun dinilai beroperasi sebagai kedok bagi ISIS. Skema tersebut disebut memberi ruang penyangkalan (plausible deniability) sekaligus meningkatkan kapasitas operasional kelompok.

Laporan itu menyebut bahwa meskipun operasi kontra-terorisme terus dilakukan, situasi keamanan di Suriah tetap rapuh, dengan sel-sel ISIS masih beroperasi di berbagai wilayah.

Serangan-serangan terutama ditujukan kepada pasukan keamanan, khususnya di wilayah utara dan timur laut, termasuk satu serangan yang menargetkan pasukan koalisi yang dipimpin bersama oleh Suriah dan Amerika Serikat.

ISIS juga disebut berupaya memicu ketegangan sektarian untuk melemahkan otoritas nasional, termasuk melalui pengorganisasian serangan terhadap tempat-tempat ibadah.

Diperkirakan sekitar 3.000 pejuang ISIS masih aktif di Irak dan Suriah, dengan mayoritas berada di Suriah.

Meski gurun Suriah tetap memiliki arti strategis, wilayah tersebut tidak lagi menjadi basis utama kelompok tersebut, menurut laporan itu.

PBB memperingatkan bahwa meskipun mengalami kemunduran operasional, ISIS masih memiliki niat dan kemampuan untuk melancarkan serangan serta memanfaatkan perpecahan politik dan sektarian.

Suriah secara resmi bergabung dengan koalisi anti-ISIS pada November lalu.

Koalisi yang dibentuk pada 2014 tersebut telah melakukan operasi militer terhadap kelompok teroris itu di Suriah dan Irak, meskipun Damaskus sebelumnya bukan anggota.

Sejak jatuhnya rezim Assad pada akhir 2024, pemerintahan baru Suriah disebut tengah berupaya memperketat kondisi keamanan di seluruh negeri.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.