Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Mei 2020•Update: 11 Mei 2020
Mucahit Aydemir
TRIPOLI
Setidaknya 10 anggota milisi panglima perang Khalifa Haftar dilumpuhkan dalam operasi penembakan oleh tentara Libya, Minggu.
"Tentara menghancurkan empat pos pengamatan di bagian depan Mashru di Tripoli selatan, menewaskan atau melukai total 18 milisi dan tentara bayaran," kata kantor media dari operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Api Kemarahan) yang dipimpin pemerintah dalam sebuah pernyataan.
Pada Sabtu, setidaknya enam warga sipil tewas ketika milisi Haftar melancarkan serangan roket ke Bandara Internasional Mitiga di ibu kota.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mengutuk serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil di Tripoli, dengan mengatakan mereka mungkin sama dengan kejahatan perang.
Pasukan Haftar melancarkan serangan ke pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.