Maria Elisa Hospita
27 Juni 2019•Update: 28 Juni 2019
Mustafa Dalei
TRIPOLI
Pemerintah Libya yang diakui PBB mengumumkan angkatan bersenjatanya telah mengambil alih kembali seluruh wilayah Kota Gharyan, selatan Tripoli, dari pasukan oposisi.
Pengumuman itu dikeluarkan oleh Kolonel Abdul Hakim Tanish, komandan lapangan pasukan pemerintah yang diakui PBB.
Menurut televisi Al-Ahrar, seorang komandan utama yang mengoperasikan pasukan pendukung Khalifa Haftar, Abdul Salam Al-Hassi - bersama dengan sejumlah anggota pasukannya - telah melarikan diri.
Sejak melancarkan operasinya pada April, pasukan Haftar belum berhasil merebut ibu kota, Tripoli, dari Pemerintah Kesepakatan Nasional.
Meskipun begitu, pasukannya masih dikerahkan di beberapa area di sekitar ibu kota.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika Muammar Gaddafi digulingkan dan terbunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, muncul dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di negara kaya minyak itu, satu di Libya Timur dan satu lagi di Tripoli.