Maria Elisa Hospita
03 Juli 2019•Update: 04 Juli 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Pemerintah Spanyol meminta intervensi dari Pengadilan Tinggi Catalonia untuk menghentikan aktivitas misi Catalan di Eropa, karena dianggap mempromosikan pemisahan diri.
Spanyol mendesak pengadilan untuk mengambil tindakan dengan membatasi aktivitas tiga misi yang berlokasi di Jerman, Amerika Serikat, dan Swiss.
Catalonia adalah wilayah semi-otonom di timur laut Spanyol.
Sekitar 90 persen warga Catalonia mendukung pemisahan wilayah itu dari Spanyol selama referendum 2017, namun Mahkamah Konstitusi Spanyol menyatakan referendum itu ilegal.
Pemerintah Spanyol kemudian memecat pemimpin separatis Catalan yang berkuasa, membubarkan parlemen, dan menyerukan pemilihan kepala daerah pada Desember 2017.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan kegiatan delegasi Catalan berbahaya bagi kepentingan negara.
“Misi yang dilakukan oleh delegasi di Jerman (Berlin), Inggris (London), dan Swiss (Jenewa) mengejar tujuan pemisahan diri di Catalonia yang telah dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Konstitusi," kata pernyataan itu.
Setelah pembubaran parlemen Catalan pada 2017, misi di AS, Prancis, dan Italia pun ditutup.
Pada Juni 2018, pemerintah Catalonia mengumumkan akan membangun kembali misi di Italia, AS, Prancis, Swiss, Jerman, Inggris, dan Irlandia, meskipun ditentang Kementerian Luar Negeri Spanyol.