Setahun Tragedi Jeju Air, Presiden Korea Selatan Janji Investigasi Menyeluruh
ANKARA
Korea Selatan memperingati satu tahun tragedi jatuhnya pesawat Jeju Air yang menewaskan 179 orang, dengan Presiden Lee Jae Myung menyampaikan permintaan maaf publik dan berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh serta independen untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Dalam pesan video yang disampaikan pada Senin (29/12), Presiden Lee mengatakan tidak ada kata-kata yang dapat sepenuhnya menghibur para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Namun, sebagai kepala negara yang bertanggung jawab atas keselamatan rakyat, ia menyampaikan permintaan maaf yang mendalam atas tragedi tersebut, lapor kantor berita Yonhap.
“Saya tahu tidak ada kata-kata yang bisa sepenuhnya memberi penghiburan,” ujar Lee. “Sebagai presiden yang diberi amanah untuk melindungi nyawa dan keselamatan rakyat, saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya.”
Kecelakaan terjadi pada 29 Desember 2024, ketika pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 2216 rute Bangkok–Bandara Internasional Muan mengalami tabrakan dengan burung (bird strike), keluar dari landasan pacu, menabrak pembatas, dan terbakar. Dari 181 penumpang dan awak di dalam pesawat, 179 orang meninggal dunia, sementara dua awak kabin selamat.
Presiden Lee menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap proses investigasi, termasuk dengan memperkuat independensi dan profesionalisme Dewan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Perkeretaapian.
Ia juga berjanji pemerintah akan terus memberikan bantuan kepada keluarga korban, mencakup dukungan psikologis, perawatan medis, bantuan hukum, serta dukungan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, parlemen Korea Selatan pekan lalu membentuk komite khusus untuk menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan, termasuk aspek keselamatan landasan pacu, kondisi pesawat, serta insiden tabrakan dengan burung.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
