Rıskı Ramadhan
06 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Adham Kako, Mohamad Miston dan Selen Temizer
GHOUTA TIMUR/ANKARA
Sedikitnya 20 warga sipil tewas akibat serangan udara yang menghantam daerah Kafr Batna di distrik Ghouta Timur, Suriah, kata badan pertahanan sipil White Helmets pada Senin malam.
Sebelumnya pada hari yang sama, pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad telah membunuh sedikitnya 34 warga sipil di Ghouta Timur, menurut sumber pertahanan sipil setempat.
Rezim Assad masih terus meluncurkan serangan darat dan udara ke daerah Ghouta Timur, di dekat Damaskus, meski telah ada inisiatif gencatan senjata yang diserukan oleh Rusia dan Dewan Keamanan PBB secara terpisah.
Pada Sabtu lalu, pasukan rezim dan milisi sekutu bergerak maju ke sejumlah wilayah yang dikuasai oposisi dan berhasil merebut daerah al-Nashabiya serta desa Otaya dan Hazrama.
Sejak 19 Februari, sedikitnya 810 orang telah terbunuh di Ghouta Timur, korban jiwa diperkirakan akan terus meningkat dengan berlanjutnya serangan rezim.
Ghouta Timur merupakan rumah bagi sekitar 400.000 warga sipil dan telah berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan kehidupan penduduknya selama lima tahun terakhir.
Dalam delapan bulan terakhir, pasukan rezim telah memperketat pengepungan sehingga pengiriman makanan dan obat-obatan menjadi hampir tidak mungkin dilakukan.