Maria Elisa Hospita
15 Maret 2018•Update: 15 Maret 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Setidaknya sembilan nyawa melayang, termasuk lima polisi, dalam insiden bom bunuh diri di timur laut Pakistan, pada Rabu.
Pelaku meledakkan diri di dekat pos pemeriksaan markas gerakan Jemaah Tabligh di kota Raiwand, pinggiran Lahore, kata kepala polisi Lahore Haider Ashraf.
Lebih dari 20 orang terluka, dan 11 di antaranya adalah polisi. Menurut Ashraf, empat korban berada dalam kondisi kritis.
Ashraf mengatakan bahwa markas tersebut, yang menampung sekitar 60.000 jiwa, tampaknya menjadi sasaran utama pengebom tersebut. Pelaku berhasil dicegah masuk petugas pos pemeriksaan sebelum akhirnya meledakkan diri.
"Jumlah korban jiwa akan jauh lebih tinggi jika pelaku berhasil masuk ke lokasi," tambah dia.
Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang merupakan organisasi payung dari berbagai kelompok militan di negara tersebut, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Lewat sebuah pernyataan, juru bicara TTP Muhammad Khurasani mengkonfirmasi bahwa seorang pengebom menargetkan pos pemeriksaan polisi.
Saat insiden terjadi, ratusan ribu anggota Jemaah Tabligh tengah menghadiri kongres tahunan di Raiwand. Pos pemeriksaan terletak hanya beberapa kilometer dari kediaman Perdana Menteri Nawaz Sharif.
Februari tahun lalu, serangan bom bunuh diri melumpuhkan aksi protes di dekat majelis negara bagian Punjab di Lahore, hingga menewaskan 13 orang, termasuk dua pejabat polisi senior, dan melukai lebih dari 80 lainnya.
Kemudian pada Mei tahun lalu, enam tewas dan 17 luka-luka akibat serangan bom bunuh diri lainnya di Lahore. Kedua serangan tersebut telah diklaim oleh TTP dan afiliasinya.
Pakistan menuding militan TTP - yang dilaporkan berbasis di negara tetangga, Afghanistan - telah menyerang pasukan keamanan dan penduduk sipil setelah mereka tersingkir dalam operasi militer yang sedang berlangsung di Waziristan Utara.
Kabul membantah tuduhan tersebut dan menyebut Islamabad melindungi Taliban Afghanistan, yang telah melancarkan sejumlah serangan ke pasukan pemerintah dan NATO dalam beberapa tahun terakhir.