Muhammad Abdullah Azzam
15 Maret 2018•Update: 15 Maret 2018
İdris Okuducu
MOSUL
Perdana Menteri Irak Haydar al-Ibadi pada Rabu mengatakan bahwa dirinya menolak segala bentuk sektarianisme dan rasisme, sambil menambahkan kalau korupsi lebih berbahaya dari terorisme.
Dilaporkan bahwa Ibadi telah berpidato dalam sebuah konferensi bertema "mendorong kerukunan hidup bersama antara penduduk di Dataran Mosul" yang diselenggarakan di distrik Bartilla, kota Mosul, yang mayoritas penduduknya adalah penganut agama Kristen.
Ibadi Menekankan pentingnya mewujudkan kehidupan bersama dengan saling menghormati dan menghargai walaupun berbeda agama dan etnis.
Dia mengingatkan bahwa Irak telah mengalami masa-masa sulit di saat sektarianisme, fanatik terhadap mazhab dan rasisme mendominasi dan menyeret Irak ke dalam perang saudara pada masa lalu.
Ibadi menggarisbawahi bahwa dirinya menolak segala bentuk sektarianisme dan rasisme yang mengancam kedaulatan Irak, termasuk juga korupsi.
Menurut dia korupsi lebih berbahaya dari terorisme, karena menjadi musuh yang tak terlihat.
“Kami akan memberikan hukuman berat terhadap masalah korupsi sesuai yang sudah direncanakan sebelumnya dan kami akan melihat hasilnya nanti," ujar dia.