Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Agustus 2018•Update: 24 Agustus 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier meminta semua warga untuk melawan rasisme dan diskriminasi.
“Kecurigaan terhadap para migran, tidak peduli berapa lama mereka tinggal di Jerman, tidak hanya menyakiti individu tertentu saja. Ini adalah hal yang memalukan bagi negara kita, ”katanya, Rabu.
“Rasisme dan diskriminasi melanggar martabat manusia dan merusak demokrasi kita. Hal-hal itu merusak apa yang sudah diraih negara ini,” dia juga menekankan.
Steinmeier mengundang sekelompok kecil warga Turki dan Jerman ke istana presiden pada Rabu untuk mendengar pandangan mereka tentang migrasi, integrasi, diskriminasi dan rasisme dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan itu terjadi beberapa minggu setelah pesepakbola Jerman keturunan Turki, Mesut Ozil, memicu perdebatan di negara itu dengan keputusannya untuk mundur dari tim nasional Jerman karena apa yang dianggapnya sebagai diskriminasi dan propaganda rasis yang dihadapinya baru-baru ini.
Steinmeier menyatakan kecewa atas banyaknya laporan tentang rasisme dan diskriminasi, setelah pengguna media sosial mulai menceritakan pengalaman pribadi mereka dalam tagar MeTwo.
“Saya tidak bisa melupakan kisah-kisah ini. Mereka membuat saya merasa tidak nyaman. Kita sebagai masyarakat tidak boleh acuh tak acuh terhadap mereka, dan kita tidak seharusnya menyembunyikan fakta ini di bawah karpet,” katanya.
Steinmeier menggarisbawahi bahwa para migran telah memperkaya negara dan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga lainnya.
“Tanpa mereka, tanpa keluarga mereka yang bergabung setelahnya, tanpa anak-anak dan cucu-cucu mereka, kemakmuran ekonomi negara kita saat ini tidak akan bisa dibayangkan,” katanya.
"Kita telah mencapainya bersama, dan sebagai presiden negara ini, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk itu!"
Sekitar 19,3 juta orang dari 81,7 juta orang di Jerman adalah imigran atau keturunan imigran, menurut kantor statistik federal.
Orang-orang keturunan Turki tetap menjadi kelompok imigran terbesar di Jerman dengan perkiraan populasi sekitar 2,8 juta, diikuti oleh 2,1 juta orang Polandia dan 1,4 juta orang Rusia.
Jerman telah mengalami peningkatan rasisme dalam beberapa tahun terakhir yang didorong oleh partai-partai sayap kanan, yang telah mengeksploitasi ketakutan atas krisis pengungsi dan terorisme.