Serangan balasan Iran picu sirene di berbagai wilayah Israel
Sirene peringatan berbunyi di Israel setelah Iran meluncurkan serangan rudal balasan
ANKARA
Sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem, setelah Iran meluncurkan serangan rudal balasan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kedua negara.
Militer Israel pada Kamis (12/3) menyatakan bahwa sejumlah rudal ditembakkan dari Iran dan sistem pertahanan udara sedang berupaya mencegatnya.
Akibat peluncuran rudal tersebut, sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah Israel, terutama di Tel Aviv serta wilayah tengah dan utara negara itu, termasuk wilayah Palestina yang diduduki.
Koresponden Anadolu melaporkan bahwa di Yerusalem Timur yang diduduki terlihat jejak rudal pencegat pertahanan udara di langit, sementara suara ledakan keras terdengar dari udara.
Stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan bahwa Iran menembakkan jumlah rudal yang “terbatas” dalam salvo terbaru tersebut.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut kapal tanker Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall diserang di bagian utara Selat Hormuz setelah mengabaikan peringatan berulang dari pihak Iran.
IRGC juga memperingatkan bahwa lalu lintas kapal di Teluk Persia dan Selat Hormuz kini menghadapi risiko yang meningkat. Iran menyalahkan Amerika Serikat atas situasi tersebut dan meminta kapal-kapal komersial mematuhi aturan pelayaran yang ditetapkan Iran agar tidak terkena serangan rudal.
Di sisi lain, laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa sejumlah tentara AS mengalami luka serius dalam serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada hari-hari awal konflik.
Menurut laporan CBS News yang mengutip sumber anonim, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan enam tentara AS tewas dalam serangan tersebut, sementara banyak lainnya mengalami luka-luka.
Sumber tersebut menyebut beberapa korban mengalami cedera berat, termasuk trauma otak, luka akibat serpihan, serta luka bakar. Setidaknya satu tentara dilaporkan kemungkinan memerlukan amputasi.
Sekitar 20 tentara AS dilaporkan dirawat di Pusat Medis Regional Landstuhl di Jerman hingga Selasa (10/3) malam akibat cedera seperti trauma otak, kehilangan ingatan, dan gegar otak. Lebih dari 100 tenaga medis juga telah dikerahkan untuk membantu penanganan para korban.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
