Murad al-Arifi
31 Januari 2018•Update: 01 Februari 2018
Murad al-Arifi
ADEN, Yaman
Separatis Selatan mengambil alih kamp pasukan presiden terbesar saat bentrokan dengan pasukan pemerintah di kota pesisir Aden, Yaman, Selasa.
Menurut komandan pasukan pro-pemerintah Abdullah al-Shaabi, sejak Senin, pasukan loyalis Dewan Transisi Selatan (STC) telah memblokade wilayah sekitar kamp Brigade ke-4, di distrik Dar Saad, utara Aden.
"Pasukan STC secara intensif menembak kamp dan meledakkan gudang senjata di dalamnya," kata al-Shaabi kepada Anadolu Agency.
Dia mengatakan, konflik yang tengah berlangsung telah menyebabkan sejumlah orang tewas dan luka-luka. Menurut Komite Internasional Palang Merah, sekitar 36 tewas dan 180 terluka akibat bentrokan tersebut.
Pendudukan kamp adalah kemenangan terbesar kelompok separatis selatan atas pasukan pro-pemerintah sejak bentrokan meletus pada Minggu.
Ketegangan terus meningkat di Aden sejak STC mendesak pengunduran diri Perdana Menteri Ahmed bin Daghr, dan menuding pemerintah membiarkan Yaman jatuh ke ambang bencana kelaparan.
Yaman telah didera perang sipil sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota Sanaa, dan memaksa pemerintah Yaman yang didukung Saudi untuk membangun ibu kota sementara di Aden.
Setahun kemudian, Arab Saudi sekutu Arab Sunni melancarkan kampanye militer besar-besaran untuk mengambil alih wilayah yang diduduki Houthi.