Selen Temizer, Muhammed Shekh Yusuf
31 Januari 2018•Update: 01 Februari 2018
Selen Temizer, Muhammed Shekh Yusuf
SOCHI, Rusia
Proposal untuk membentuk Komite Konstitusi disepakati dalam Kongres Dialog Nasional Suriah yang diselenggarakan oleh Ankara, Teheran, dan Moskow di kota Sochi, Rusia pada Selasa.
Pihak-pihak yang menghadiri kongres selama dua hari tersebut dalam sebuah pernyataan akhir menyatakan bahwa mereka sepakat ingin mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut sesegera mungkin.
Pernyataan tersebut juga meminta "semua rekan Suriah mengambil segala langkah yang diperlukan untuk membantu negara tersebut bergabung kembali ke dalam masyarakat internasional dan mengembalikan statusnya sebagai negara anggota terhormat PBB."
"Untuk itu kami sepakat untuk membentuk Komite Konstitusi yang terdiri dari delegasi Pemerintah Republik Arab Suriah bersama dengan delegasi oposisi yang diwakili secara luas untuk merancang sebuah reformasi konstitusional sebagai kontribusi terhadap penyelesaian politik di bawah naungan PBB sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan 2254 ," kata pernyataan tersebut.
Komite konstitusi akan mencakup "pemerintah, perwakilan oposisi, pakar Suriah, masyarakat sipil, independen, pemimpin suku dan perempuan," menurut pernyataan tersebut.
Ditambahkan bahwa kesepakatan akhir mengenai "mandat dan kerangka acuan, wewenang, peraturan prosedur, dan kriteria seleksi untuk komposisi" komite tersebut akan dicapai dalam proses Jenewa yang dipimpin oleh PBB.
Pernyataan tersebut juga meminta sekretaris jenderal PBB untuk menunjuk perwakilan khususnya untuk Suriah agar membantu tugas Komite Konstitusi di Jenewa.
Sebelumnya pada Selasa, oposisi Suriah memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam pertemuan Sochi dan mengumumkan bahwa Turki dapat mewakilinya, kata sumber diplomatik yang tidak ingin disebut namanya.
Satu delegasi oposisi Suriah telah tiba di Sochi untuk pertemuan tersebut namun kemudian mereka berubah pikiran saat melihat gambar dengan bendera rezim Suriah di atasnya. Setelah itu, mereka memberi wewenang kepada Turki untuk mewakilinya dalam pertemuan tersebut, sebut sumber tersebut.