Selandia Baru pertimbangkan akui kedaulatan Palestina pada September
Menlu Selandia Baru Winston Peters mencatat bencana kemanusiaan di Gaza sudah seharusnya menjadi prioritas agenda global
ANKARA
Selandia Baru sedang mempertimbangkan untuk mengakui negara Palestina dan akan membuat keputusan tersebut pada bulan depan, kata Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters pada Senin.
Dalam sebuah pernyataan, Peters mengonfirmasi bahwa dia telah membicarakan hal itu pada rapat Kabinet pada Senin, dan pemerintah akan secara resmi mempertimbangkan langkah tersebut, dan akan mengambil keputusan pada bulan September, demikian laporan dari New Zealand Radio yang dikelola pemerintah.
Menteri luar negeri akan menghadiri Majelis Umum PBB di New York pada akhir September dan menyampaikan pendekatan pemerintah terhadap PBB saat itu.
Meski pengumuman tersebut tidak mengubah posisi Selandia Baru terhadap Gaza atau kenegaraan Palestina, tenggat waktu tersebut menunjukkan bahwa Wellington dapat bergabung dengan negara Barat lainnya dalam melakukan pengakuan tersebut.
Langkah Selandia Baru bertepatan dengan pengumuman Australia mengenai pengakuan negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan September.
Prancis telah mengumumkan niatnya untuk mengakui Palestina pada pertemuan Majelis Umum PBB, sementara Inggris telah bergerak untuk mendukung langkah untuk mengakui Palestina jika Israel gagal memenuhi serangkaian persyaratan damai.
Peters mencatat bahwa bencana kemanusiaan di Gaza sudah sepantasnya menjadi prioritas utama dalam agenda global, dan Selandia Baru "telah memberikan perhatian yang cermat, metodis, dan terencana terhadap isu ini."
"Kami akan memperhatikan fakta-fakta di lapangan yang memburuk dengan cepat, mitra-mitra dekat kami yang terpecah belah dalam isu pengakuan, dan berbagai negara Arab yang menegaskan bahwa Hamas harus melucuti senjatanya dan tidak boleh memiliki peran di masa depan dalam pemerintahan Palestina," tukas dia.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
