Mahamat Ramadane
12 April 2018•Update: 12 April 2018
Mahamat Ramadane
N’DJAMENA, Chad
Pemerintah Chad menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menghapus negaranya dari daftar larangan bepergian ke AS.
"Kami terus beranggapan bahwa masuknya Chad dalam daftar negara yang akses masuknya ditolak AS merupakan sebuah kesalahan, sehingga pencabutan larangan itu sangat adil bagi warga Chad," Menteri Teknologi dan Informasi sekaligus juru bicara pemerintah Madeleine Alingue, Rabu.
Menurut Alingue, pencabutan larangan perjalanan oleh Presiden AS Donald Trump menunjukkan bahwa hubungan bilateral Chad dengan AS membaik.
"Karena larangan perjalanan, mahasiswa, pegawai negeri, dan pengusaha Chad yang belajar maupun bekerja di Amerika Serikat terjebak dalam keputusan itu. Beberapa dari mereka bahkan tidak bisa kembali, karena mereka telah kehilangan usaha atau studi mereka," ungkap dia.
Gedung Putih pada Selasa malam mengumumkan bahwa mereka telah menghapus Chad dari daftar larangan tersebut.
''Sesuai dengan penilaian Departemen Keamanan Dalam Negeri, hari ini Presiden Donald Trump menandatangani pengumuman bahwa Republik Chad telah meningkatkan praktik manajemen identitas dan penyebaran informasinya sehingga memenuhi standar keamanan dasar Amerika Serikat," kata Gedung Putih lewat sebuah pernyataan.
"Warga Chad akan dapat menerima kembali visa untuk bepergian ke AS," jelas Gedung Putih.