Zahid Rafiq
12 April 2018•Update: 12 April 2018
Zahid Rafiq
SRINAGAR, Jammu dan Kashmir (AA)
Empat warga sipil, termasuk seorang anak dan seorang prajurit India tewas dalam baku tembak antara militan dan pasukan India di Kashmir selatan pada Rabu, menurut pihak militer dan polisi.
"Salah satu prajurit kami tewas dalam baku tembak itu. Operasi sudah dihentikan. Kami tidak menemukan jasad militan," kata Kolonel Rajesh Kalia, juru bicara militer India, kepada Anadolu Agency.
Polisi setempat juga memastikan tewasnya empat warga sipil.
"Empat warga yang diidentifikasi sebagai Sarjeel Sheikh dari Khudwani, Bilal Ahmad Tantray dari Frisal, Faisal Ilahi dari Shopian, dan Aijaz Ahmad Palla dari Bijbehara yang terluka dalam baku tembak dan kemudian tewas karena luka-luka itu," kata polisi melalui sebuah pernyataan.
Insiden itu terjadi di tengah protes di Khudwani, selatan Kashmir, kata polisi.
Warga lokal mengatakan kepada Anadolu Agency ratusan orang bergerak ke lokasi baku tembak untuk membantu militan melarikan diri.
"Pasukan India melepaskan tembakan ke arah warga dan membunuh seorang remaja. Makin banyak warga kemudian turun ke jalan setelah mendengar kabar itu. Pasukan India kemudian melepaskan tembakan lagi dan puluhan warga tertembak," kata Dilshad Ahmad, penduduk Khudwani.
Melalui sebuah pernyataan, gerakan pro-kemerdekaan mengumumkan mogok dua hari sebagai aksi protes terhadap pembunuhan itu.
Sementar itu, Mirwaiz Umar Farooq, ketua organisasi Hurriyat (M), mengatakan pembunuhan itu adalah upaya "membantai" warga Kashmir dan mendesak agar komunitas internasional dan PBB "campur tangan".
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki Cina.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu