Alaattin Altuntas
15 Agustus 2023•Update: 17 Agustus 2023
STOCKHOLM
Salwan Momika, seorang pengungsi asal Irak yang tinggal di Swedia, kembali melecehkan Al-Qur'an pada Senin di ibu kota Stockholm, aksi penistaan terbaru terhadap kitab suci umat Islam itu.
Penodaan terhadap Al-Quran oleh Momika yang dibantu kawannya Salwan Najem asal Irak itu dilakukan di depan gedung parlemen di Stockholm.
Momika meneriakkan slogan-slogan anti-Islam sebelum menginjak Al-Quran dan akhirnya membakarnya.
Namun, Momika dan Najem menghadapi reaksi sekelompok aktivis Swedia yang meminta mereka menghentikan tindakan provokatif tersebut.
Polisi yang melindungi para pembakar Al-Quran menangkap salah satu aktivis yang bergerak untuk menggagalkan aksi penodaan itu.
Sebelumnya, Momika telah membakar Al-Quran di bawah perlindungan polisi di depan Masjid Stockholm pada 28 Juni, bertepatan dengan hari pertama Idul Adha.
Beberapa bulan terakhir telah terjadi aksi pembakaran dan penodaan terhadap Al-Quran berulang kali oleh tokoh atau kelompok Islamofobia, terutama di negara-negara Eropa Utara dan Nordik.