Maria Elisa Hospita
27 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia akan memberlakukan jeda kemanusiaan di Ghouta Timur, Suriah, mulai 27 Februari, sesuai dengan instruksi Presiden Vladimir Putin, kata Menteri Pertahanan Sergey Shoygu, Senin.
"Koridor kemanusiaan akan dibuka bagi warga sipil untuk keluar dari distrik tersebut setiap hari selama pukul 9-14 (0600-1100GMT). Lokasi koridor akan segera diumumkan," kata Shoygu di Kementerian Pertahanan.
Koridor kemanusiaan serupa juga sedang dipertimbangkan untuk dibuka di dekat Al-Tanf dan Rukban.
Rusia juga menawarkan untuk membentuk sebuah komisi kemanusiaan internasional di bawah PBB yang dapat masuk ke Raqqah untuk mengevaluasi langsung kondisi di sana.
Dewan Keamanan PBB pada Minggu mengadopsi sebuah resolusi untuk gencatan senjata selama 30 hari di Suriah.
Ghouta Timur - rumah bagi sekitar 400.000 penduduk - yang terletak di pinggiran kota Damaskus, telah dikepung selama lima tahun terakhir, dan akses kemanusiaan ke wilayah tersebut telah benar-benar terputus.
Dalam delapan bulan terakhir, rezim Bashar al-Assad telah mengintensifkan pengepungan ke Ghouta Timur, sehingga hampir tidak mungkin bantuan kemanusiaan seperti makanan atau obat-obatan masuk ke distrik tersebut.
Ratusan orang tewas akibat serangan udara rezim Assad dalam beberapa hari terakhir.
Suriah telah terkepung sejak awal tahun 2011, ketika rezim Assad menyerang kelompok demonstran dengan brutal. Menurut pejabat PBB, hingga saat ini, konflik tersebut telah menelan ratusan ribu jiwa.