Ahmed al-Masri, Zeynep Tüfekçi
06 Desember 2017•Update: 07 Desember 2017
Ahmed al-Masri, Zeynep Tüfekçi
RIYADH
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz memperingatkan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait upaya pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel akan merusak proses perdamaian dan meningkatkan ketegangan di wilayah Timur Tengah.
Menurut berita yang di lansir oleh kantor berita Arab Saudi SPA, Raja Salman dan Trump saling berkomunikasi dengan telepon guna membahas hubungan bilateral antara Riyadh dan Washington, dan bertukar pikiran terkait perkembangan yang terjadi di wilayah regional dan dunia.
Raja Salman menekankan bahwa Trump telah melakukan langkah berbahaya yang mana akan membuat semua Muslim di dunia memberontak karena pentingnya posisi Yerusalem dan Masjid al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam.
Raja Salman juga mengatakan bahwa sejak dahulu Arab Saudi selalu mendukung rakyat Palestina dan hak-hak historis mereka.
Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan lewat telepon kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Raja Yordania Abdullah terkait rencana pemindahan kedubes AS ke Yerusalem dan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.