Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
DOHA
Menteri luar negeri Qatar pada Senin menyatakan kesiapan negaranya untuk membahas cara penyelesaian krisis hubungan antar-Arab yang pertama kali meletus pada tahun 2017, tanpa prasyarat.
Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani membuat pernyataan pada konferensi pers bersama di Doha dengan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki, lansir Al Jazeera.
"Qatar siap memasuki dialog tanpa prasyarat, tetapi dialog berarti bahwa kedua belah pihak harus berkomitmen untuk menemukan solusi," katanya.
Pada Minggu, para pejabat Qatar membahas masalah ini dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang datang berkunjung, di mana mereka menekankan pentingnya memulihkan persatuan Arab.
Pada Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain tiba-tiba memutuskan semua hubungan dengan Qatar, menuduhnya mendukung terorisme.
Qatar dengan keras membantah tuduhan itu, menggambarkan embargo yang dipimpin Saudi sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan nasionalnya.