Maria Elisa Hospita
05 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin menandatangani undang-undang tindakan balasan atas sanksi Amerika Serikat ke Rusia yang diumumkan pada April.
Undang-undang itu memberikan hak bagi presiden, pemerintah, dan Dewan Keamanan Rusia untuk menjatuhkan sanksi terhadap AS dan sekutu-sekutunya, organisasi dan individu di bawah yurisdiksi AS.
Karena tidak ada spesifikasi mengenai domain atau jenis sanksi, maka undang-undang itu memberi kekuasaan bagi Presiden Putin untuk menentukan rinciannya.
Satu-satunya pembatasan yang tercantum yakni sanksi tidak dapat diterapkan dalam domain atau pada barang yang dianggap sangat penting, yang analognya tidak diproduksi di Rusia atau negara lain.
Awalnya, rancangan undang-undang sanksi ditujukan untuk pembatasan impor produk pertanian, obat-obatan, tembakau, alkohol, akses ke perangkat lunak dan perangkat keras, mesin roket, dan mineral langka yang digunakan oleh pesawat raksasa Boeing, namun kemudian dihapuskan, dan diubah menjadi sebuah kerangka kerja di mana segala bentuk sanksi bisa dimasukkan.
Sanksi AS yang diberlakukan pada April dimaksudkan sebagai hukuman atas campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 yang membawa kemenangan bagi Donald Trump, sekaligus tindakan agresi Rusia lainnya.