Dunia

Putin dan Trump diskusikan pandemi Covid-19 melalui telepon

Presiden Rusia dan Amerika Serikat mendiskusikan kemungkinan kerjasama untuk menghentikan penyebaran virus korona

Umar Idris   | 31.03.2020
Putin dan Trump diskusikan pandemi Covid-19 melalui telepon ILUSTRASI: Trump (kiri) dan Putin (kanan) menggelar konferensi pers bersama setelah pertemuan bilateral mereka di Helsinki, Finlandia pada 16 Juli 2018 (Foto file - Anadolu Agency)

Moskova

Elena Teslova

MOSKOW 

Presiden Rusia dan AS membahas penyebaran pandemi global virus korona melalui telepon, pada Senin, waktu Rusia.

Rusia Vladimir Putin dan Donald Trump menyuarakan keprihatinan atas skala wabah virus korona dan saling menginformasikan tentang langkah-langkah yang diambil negara mereka masing-masing untuk membendung infeksi, kata Kremlin, dalam sebuah pernyataan online.

"Para kepala negara menyatakan keprihatinan serius tentang skala penyebaran virus korona di dunia dan saling menginformasikan tentang langkah-langkah yang diambil di Rusia dan Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman ini. Kemungkinan kerja sama yang lebih erat antara kedua negara di bidang ini juga ikut dibahas, "katanya.

Selain itu, Putin dan Trump bertukar pandangan tentang kondisi pasar minyak global saat ini, dan setuju untuk mengadakan konsultasi bilateral tentang masalah ini, tambahnya.

Setelah panggilan telepon itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga berbicara di telepon.

Lavrov dan Pompeo bertukar pandangan tentang situasi di dunia yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Mereka berjanji untuk berkontribusi pada implementasi keputusan yang diambil pada KTT G20 secara virtual pada 26 Maret lalu tentang respons global terhadap pandemi dan membahas masalah internasional termasuk konflik Suriah dan hubungan bilateral.

Jumlah orang yang didiagnosis positif Covid-19 di Rusia melonjak menjadi 1.836 orang dengan tambahan 302 kasus baru, dan total 11 kematian.

Beberapa daerah, termasuk kota terbesar St. Petersburg dan ibu kota Moskow, telah dikarantina pada 30 Maret. Orang-orang hanya diperbolehkan meninggalkan rumah mereka untuk membeli bahan makanan, obat-obatan, binatang peliharaan berjalan dalam jarak 100 meter (328 kaki) dari rumah dan membuang sampah.

Selain itu, Rusia telah melarang masuknya warga negara asing dan lalu lintas udara dan darat ditutup.

Sementara kasus di AS telah mencapai 144.000 orang, dengan kematian melebihi 2.500 orang, menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di Maryland.

Setelah pertama kali muncul di Wuhan, China, pada bulan Desember, virus yang secara resmi dikenal sebagai COVID-19, telah menyebar ke setidaknya 177 negara dan wilayah, berdasarkan basis data Universitas Johns Hopkins.

Data itu juga menunjukkan lebih dari 750.000 kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan jumlah kematian mendekati 35.300 orang, dan lebih dari 156.800 orang telah sembuh.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın