Pizaro Gozali İdrus
07 Mei 2019•Update: 07 Mei 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pemerintah Filipina mengatakan negaranya telah mendapatkan persetujuan China untuk memprioritaskan pekerja Filipina pada semua proyek infrastruktur bantuan negara Tirai Bambu itu, lansir Business World pada Senin.
“Itu adalah tugas rekan-rekan China kami bahwa pekerja untuk semua ini, tidak hanya pada proyek jalur kereta api nasional, tetapi semua proyek yang didanai Official Development Assistance (China-ODA) adalah warga Filipina dan ini adalah mengapa kami membangun fasilitas pelatihan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri untuk Perkeretaapian Timothy John R. Batan pada Senin.
Batan mengatakan perjanjian itu dibuat saat kunjungan Presiden Rodrigo Duterte ke KTT Belt Road Iniative di Beijing.
Proyek-proyek yang didanai oleh China melalui bantuan pembangunan resmi adalah jalur Kereta Api Nasional Filipina (PNR) ke Bicol, Proyek Kereta Api Subic-Clark, dan Proyek Kereta Api Mindanao.
Batan mengatakan sekolah pelatihan untuk pekerja konstruksi akan didirikan di Bicol untuk "mempercepat" pembangunan proyek kereta api.
“Kami telah disepakati dengan China bahwa agar kami dapat mempercepat pembangunan ... Kami akan mendirikan sekolah pelatihan untuk pekerja konstruksi dan pekerja lokal akan mengerjakan proyeknya,” kata Batan.