Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 Februari 2019•Update: 06 Februari 2019
KHARTOUM
Gelombang protes baru terjadi di berbagai penjuru Sudan, termasuk di Khartoum, Omdurman dan Negara Bagian Kassala, terhadap kondisi ekonomi negara yang terus memburuk.
Menurut sejumlah saksi mata, ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di distrik Al-Azhari dan Mayo di Khartoum dan lingkungan Abbasiya di Omdurman, kota terbesar kedua di Sudan.
Demonstran mengecam ketidakmampuan pemerintah untuk menyelesaikan masalah keuangan kronis negara tersebut.
Mereka meneriakkan slogan-slogan yang meminta Presiden Omar al-Bashir untuk mengundurkan diri.
Demonstrasi yang digelar pada Senin itu diselenggarakan oleh Asosiasi Profesional Sudan yang dipimpin oposisi.
Para aktivis juga membagikan foto tentang demonstrasi yang meletus di provinsi Kassala secara online, di mana seorang guru dilaporkan tewas di dalam kantor polisi setempatpada Sabtu.
Sudan telah diguncang gelombang protes sejak Desember lalu karena krisis ekonomi dan kegagalan pemerintah dalam memperbaiki krisis komoditas.
Bulan lalu, al-Bashir - yang berkuasa sejak 1989 - berjanji untuk melakukan reformasi ekonomi yang mendesak di tengah seruan protes oleh oposisi.
Sebagai negara berpenduduk 40 juta, Sudan berjuang untuk pulih dari kehilangan sekitar tiga perempat dari produksi minyaknya, yang merupakan sumber utama mata uang asing, sejak pemisahan Sudan Selatan pada 2011.