Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 Februari 2019•Update: 06 Februari 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Senin mengumumkan permohonan petisi nasional untuk perdamaian.
"Saya akan membela negara yang terancam ini dengan nyawa saya," tegas dia.
Maduro menyampaikan pernyataan itu untuk memperingati Hari Martabat Nasional, peringatan kudeta 1992 yang gagal terhadap mendiang Presiden Hugo Chavez, pendahulunya.
"Petisi akan dibawa ke Gedung Putih sebagai bentuk penolakan intervensi," kata presiden.
"Kami adalah Venezuela yang sebenarnya, menentang mereka yang menyerukan intervensi, melawan mereka yang memberikan jiwa mereka kepada setan imperialis," tambah Maduro.
Mengomentari keputusan Spanyol untuk mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara, Maduro mengatakan jika kudeta terjadi, tangan Presiden Pedro Sanchez akan berlumuran darah.
Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.
Ketegangan meningkat ketika Guaido menyatakan dirinya bertindak sebagai presiden pada 23 Januari.
Maduro menuduh Amerika Serikat mengatur kudeta terhadap pemerintahnya dan mengatakan dia terbuka untuk berdialog dengan oposisi.
AS telah memimpin kampanye internasional untuk menerapkan tekanan ekonomi dan diplomatik kepada Maduro, termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik negara dan usaha patungan dengan mitra Nikaragua.