Maria Elisa Hospita
14 November 2017•Update: 15 November 2017
KUWAIT
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tiba di Kuwait, Selasa, untuk mendiskusikan pembangunan regional dan internasional, sekaligus hubungan bilateral antara Turki dan negara-negara Teluk.
Erdogan disambut oleh Wakil Perdana Menteri I sekaligus Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah al-Khalid al-Hamad Al Sabah.
Ia didampingi oleh sejumlah delegasi, di antaranya Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar, Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci, dan Menteri Energi Berat Albayrak, termasuk istrinya, Emine Erdogan.
Kemarin, Menteri untuk Urusan Kabinet Mohammad Abdullah Al-Mubarak Al-Sabah berkata, kunjungan Erdogan akan membuka kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai isu-isu umum.
Berdasarkan pengumuman kantor pers presiden Turki yang dirilis Sabtu, Erdogan akan melakukan kunjungan resmi ke Rusia, Kuwait, dan Qatar dari 13-15 November.
Pembangunan regional dan internasional, serta hubungan bilateral antara Turki dan negara-negara Teluk, sekaligus krisis Teluk akan dibahas secara mendetil.
Krisis Teluk dimulai pada Juni ketika Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar.
Keempat negara tersebut menuding Qatar mendukung kelompok teroris. Doha membantah tudingan tersebut dan menyebut embargo atas negaranya sebagai pelanggaran kedaulatan negara.