İlkay Güder dan Emre Gürkan Abay
14 November 2017•Update: 15 November 2017
İlkay Güder dan Emre Gürkan Abay
SOCHI, Rusia
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar konferensi pers bersama usai pertemuan bilateral dan antar delegasi di Residen Kepresidenan Rusia, Senin.
Selain hubungan kedua negara, Erdogan dan Putin membahas tentang perselisihan di Suriah. Kedua pemimpin sepakat bahwa pertemuan Astana dan memorandum untuk mengurangi ketegangan berperan penting dalam pengurangan kekerasan di Suriah.
“Kami sepakat, situasi yang telah dicapai saat ini sudah membangun dasar untuk fokus ke solusi politik,” kata Erdogan.
Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan, masalah Suriah menjadi fokus ketika membahas permasalahan regional.
“Saya memberikan informasi mengenai pertemuan yang saya lakukan di Teheran beberapa hari lalu kepada Erdogan. Kerja sama antara Turki, Rusia, dan Iran yang merupakan penjamin proses Astana terus berlanjut dengan sukses,” kata Putin.
Putin juga mengatakan tingkat kekerasan di Suriah mengalami penurunan signifikan.
“Kondisi untuk mengadakan dialog antar pihak di Suriah sedang terbentuk di bawah naungan PBB. Kami setuju dengan Presiden [Erdogan] mengenai peningkatan dukungan terhadap solusi politik di Suriah,” tambah dia.
Tentang hubungan Turki-Rusia, Erdogan mengatakan, pertemuan secara langsung maupun diplomasi melalui telepon terus berlanjut secara intensif antara kedua negara.
Turki dan Rusia juga sudah mempersiapkan rapat Dewan Kerja sama Tinggi yang ketujuh dengan Rusia.
Hubungan ekonomi antara kedua negara meningkat bersamaan dengan meningkatnya dialog politik, kata Erdogan.
Erdogan mengungkapkan kebahagiaannya mendengar kabar-kabar baik dari Putin, seperti pemberian izin masuk beberapa komoditas pertanian Turki ke Rusia dan penyelesaian masalah izin kerja warga negara Turki di Rusia. Dia menekankan upaya untuk menyingkirkan hal-hal yang menghambat kerja sama ekonomi kedua negara.
Erdogan berkata, dalam tiga kuartal pertama tahun ini volume perdagangan antara kedua negara sudah melebihi USD15 miliar, jumlah ini meningkat drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Namun untuk bisa mencapai target sebesar USD100 miliar, semua hambatan yang ada di depan pengusaha harus kita hapus, termasuk masalah visa,” kata Erdogan.
Menurut Erdogan, penerapan bebas visa antara kedua negara harus kembali diterapkan seperti sebelumnya.
Senin malam waktu setempat, Presiden Erdogan meninggalkan Rusia menuju Kuwait.