Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Agustus 2019•Update: 27 Agustus 2019
Yusuf Ozcan
BIARRITZ, Prancis
Presiden Prancis menyatakan harapannya agar Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat bertemu.
Berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Presiden AS Donald Trump pada hari terakhir KTT G7 Senin, Emmanuel Macron mengatakan dia setuju dengan Trump bahwa Iran harus memenuhi kewajibannya terhadap kesepakatan nuklir.
"Saya ingin pertemuan berlangsung antara Trump dan [Presiden Iran Hassan] Rouhani pada beberapa pekan ke depan," kata Macron.
Dia menambahkan bahwa kondisi yang tepat telah diciptakan untuk pertemuan dan kesepakatan antara kedua negara.
"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan mengancam stabilitas kawasan," tegas Presiden Prancis itu.
Macron mengatakan pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pada Minggu di Biarritz, Prancis, tidak membuahkan hasil, tetapi berkontribusi pada dialog.
Kesepakatan nuklir Iran, juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani pada 2015 oleh Iran, Rusia, China, Prancis, Inggris, AS dan Jerman.
Namun, tahun lalu, Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan dan meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan memberlakukan kembali sanksi yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu.
Di bawah perjanjian itu, negara-negara kuat dunia berjanji untuk mencabut sanksi ekonomi yang dikenakan pada Iran sebagai imbalan atas kesediaannya membatasi aktivitas nuklir untuk tujuan damai dan sipil.
Pada Juni, Iran dengan tajam mengkritik negara-negara maju tersebut karena tidak memenuhi janji-janji mereka dan mengancam akan mengabaikan sebagian dari perjanjian.