Ekip
15 April 2022•Update: 16 April 2022
YERUSALEM
Presiden Israel Isaac Herzog pada Kamis menyarankan agar tidak dilakukannya pemilihan yang dipercepat, karena alasan situasi keamanan yang bergejolak dan ketidakstabilan politik.
“Sebagai sebuah bangsa, kami menghadapi tantangan yang tidak sederhana,” kata Herzog kepada penyiar resmi Israel dalam sebuah wawancara.
“Kita harus berpikir hati-hati sebelum melompat lagi ke arah ketidakstabilan lain dalam bentuk pemilihan umum dini, karena kita akan membayar harganya untuk itu,” ungkap presiden Israel.
Pernyataan dari Herzog itu datang setelah pemerintah Israel pekan lalu kehilangan mayoritas parlemen menyusul penarikan anggota parlemen Idit Silman dari koalisi pemerintah.
Dengan mundurnya Silman, koalisi yang berkuasa berada dalam posisi bersaing ketat dengan oposisi yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di 60 kursi parlemen untuk kedua kubu.
Presiden Israel menyerukan untuk melindungi stabilitas sistem politik di Israel, memperingatkan bahwa pemilihan umum dini merupakan "bahaya besar bagi negara."
Herzog menggambarkan serangan baru-baru ini yang dilakukan oleh warga Arab di Israel sebagai "sangat menyakitkan", menyebut para pelakunya sebagai "pembunuh yang mencoba mengacaukan rutinitas sehari-hari sebuah negara yang bercita-cita untuk hidup normal."
Tiga belas orang tewas di Israel dalam serentetan serangan di Israel bulan lalu.